UkhWaH FillAh.....

Jumaat, 23 Disember 2011

Zubair Bin Awwam



Masuk Islamnya Zubair bin Awwam

Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdil Uzza bin Qushai bin Kilab. Ibunya bernama Shafiyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah saw. Wanita ini telah menyatakan dirinya sebagai pemeluk agama Islam. Beliau termasuk salah seorang dari 7 orang yang pertama masuk Islam. Beliau memeluk agama Islam ketika dia masih berusia 8 tahun dan melakukan hijrah ketika berusia 18 tahun. Berperawakan tinggi dan berkulit putih. Namun ada juga yang mengatakan bahwa perawakan Zubair tidak termasuk sangat tinggi dan juga tidak tergolong pendek dan bukan termasuk orang yang berbadan gemuk. Ada yang mengatakan bahwa warna kulitnya sawo matang, memiliki banyak bulu badan, dan kedua pipinya tidak penuh terisi daging. Ketika pamannya Naufal bin Khuwailid mengetahui perihal Zubair telah masuk Islam, beliau sangat marah dan berusaha menyiksanya, pernah beliau dimasukkan dalam karung tikar, kemudian dibakar, dan dia berkata kepadanya,“lepaskan dirimu dari Tuhan Muhammad, maka saya akan melepaskan dirimu dari api ini.” Namun Az-Zubair menolaknya dan berkata kepadanya, “Tidak, demi Allah saya tidak akan kembali kepada kekufuran selamanya.”

Suatu hari beliau mendengar isu yang mengabarkan bahwa Nabi Muhammad saw telah meninggal, maka dia keluar menuju jalan-jalan di Mekkah sambil menghunuskan pedangnya, dan memecah barisan manusia, lalu pergi mencari kepastian dari isu ini dan berjanji jika isu itu benar dia akan membunuh orang yang telah membunuh Rasulullah saw, akhirnya beliau bertemu dengan Rasulullah saw di utara Mekah, maka saat itu Rasulullah saw berkata kepadanya,“ada apakah engkau gerangan ?” dia berkata,“Saya mendengar kabar bahwa engkau telah terbunuh,” Nabi berkata kepadanya,“Lalu apa yang akan engkau lakukan?” dia berkata,“Saya akan membunuh orang yang telah membunuhmu.” Setelah mendengar hal tersebut beliaupun bergembira dan mendoakannya dengan kebaikan dan pedanganya dengan kemenangan. (Abu Nu’aim), beliau juga merupakan orang yang pertama menghunuskan pedangnya di jalan Allah.


Perjuangan Zubair bin Awwam dalam Islam

Zubair bin Awwam pernah ikut berhijrah ke Habsyah bersama orang-orang hijrah dari kaum muslimin, dan beliau tetap tinggal disana hingga Rasulullah saw mengijinkannya untuk kembali ke Madinah. Beliau selalu mengikuti peperangan bersama Rasulullah saw, setelah perang Uhud dan orang-orang Quraisy kembali ke Mekah, Rasulullah saw mengirim 70 orang sahabat untuk mendampingi dirinya, termasuk di dalamnya Abu Bakar As Siddiq dan Zubair bin Awwam. (Al-Bukhari). Pada perang Yarmuk, Zubair bertarung dengan pasukan Romawi, namun pada saat tentara muslim bercerai berai, beliau berteriak : “Allahu Akbar” kemudian beliau menerobos ke tengah pasukan musuh sambil mengibaskan pedangnya ke kiri dan ke kanan, anaknya Urwah pernah berkata tentangnya,“Zubair memiliki tiga kali pukulan dengan pedangnya, saya pernah memasukkan jari saya didalamnya, dua diantaranya saat perang badar, dan satunya lagi saat perang Yarmuk. Salah seorang sahabatnya pernah bercerita,“Saya pernah bersama Zubair bin Awwam dalam hidupnya dan saya melihat dalam tubuhnya ada sesuatu, saya berkata kepadanya,"demi Allah saya tidak pernah melihat badan seorangpun seperti tubuhmu," dia berkata kepada saya,"demi Allah tidak ada luka dalam tubuh ini kecuali ikut berperang bersama Rasulullah saw dan dijalan Allah." Dan diceritakan tentangnya,"Sesungguhnya tidak ada gubernur/pemimpin, penjaga dan keluar sesuatu apapun kecuali dalam mengikuti perang bersama Nabi saw, atau Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab atau Utsman bin Affan." Saat terjadi pengepungan atas Bani Quraidzah dan mereka tidak mau menyerah, Rasulullah saw mengutus beliau bersama Ali bin Abu Thalib, lalu keduanya berdiri di depan benteng dan mengulangi kata-katanya,“Demi Allah kalian akan merasakan seperti yang telah dirasakan oleh Hamzah, atau kami akan menaklukkan benteng ini.” Nabi saw pernah berkata tentangnya,“Setiap Nabi punya pendamping dan penolong, dan pendamping saya adalah Zubair.” (Muttafaqun alaih). Beliau juga sangat bangga dengan ucapan Rasulullah saw saat terjadi perang Uhud dan perang Bani Quraidzah,“lemparkanlah panahmu yang taruhannya adalah bapakku dan ibuku”. Sayyidah Aisyah pernah berkata kepada Urwah bin Az-Zubar,“sesungguhnya kedua orang tuamu merupakan orang yang mengikuti seruan Allah dan Rasul-Nya setelah tertimpa kepada keduanya luka," (maksudnya adalah Abu Bakar dan Az-Zubair). (Ibnu Majah).


Sifat Zubair bin Awwam

Zubair bin Awwam juga merupakan seorang yang terhormat dan mulia, selalu menginfakkan hartanya di jalan Allah, Ka’ab berkata tentangnya,“Az-Zubair memiliki 1000 macam kekayaan yang dikeluarkan untuk berperang, dan tidak ada uang satu dirhampun yang masuk kerumahnya," (maksudnya hartanya disedekahkan seluruhnya), beliau mensedekahkan seluruh hartanya sampai ia mati dalam keadaan berhutang, dan mewasiatkan kepada anaknya untuk membayarkan hutangnya, dan beliau berkata kepadanya,“jika engkau tidak sanggup membayar hutang saya, maka mintalah tolong kepada Tuanku,” Abdullahpun bertanya,“Siapakah yang engkau maksud dengan Tuan?" beliau menjawab,"Allah, Dialah sebaik-baik pemimpin dan penolong.” Lalu setelah itu Abdullah berkata,“Demi Allah saya tidak pernah mengalami kesusahan dalam membayar hutangnya, kecuali saya berkata,'Wahai Pemimpin/pemilik Zubair bayarlah hutang Zubair,' maka Diapun menggantinya." (Al-Bukhari). Walaupun beliau selama hidupnya selalu bersama Rasulullah saw namun beliau tidak banyak meriwayatkan haditsnya kecuali sedikit, anaknya Abdullah pernah bertanya akan sebab tersebut, maka diapun berkata,“Walaupun antara saya dan Rasulullah saw memiliki hubungan keluarga dan kerabat namun saya pernah mendengar beliau pernah bersabda,'Barangsiapa yang berkata dusta atasku dengan sengaja, maka akan ditempatkan di neraka.'” (Al-Bukhari). Karena itu dia sangat takut meriwayatkan hadits yang tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah saw sehingga tergelincir ke dalam neraka.


Anak dan istri Zubair bin Awwam

Nama Putra dan putri Az-Zubair adalah Abdullah, Urwah, Al Mundzir, Ashim, Al Muhajir, Khadijah Al Kubra, Ummul Hasan, dan Aisyah. Semua anak Az-Zubair ini berasal dari istrinya yang bernama Asma' binti Abu Bakar. Sedangkan anak-anaknya yeng bernama Khalid, Amru, Habibah, Saudah, dan Hindun berasal dari istrinya yang bernama Ummu Khalid. Nama asli wanita ini adalah Amah binti Sa'id bin Al Ash.

Anak-anaknya yang bernama Mush'ab, Hamzah, dan Ramlah berasal dari istrinya yang bernama Ar-Rabab binti Anif bin Ubaid. Anaknya yang bernama Ubaidah dan Ja'far berasal dari istrinya, Zainab. Putrinya yang bernama Zainab berasal dari istrinya , Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu'aith. Putrinya lagi yang bernama Khadijah Ash-Shugra berasal dari istrinya, Al Halal binti Qais.


Wafatnya Zubair bin Awwam

Saat Zubair bin Awwam keluar dalam perang Al-Jamal, seseorang dari kaum Tamim bernama Amru bin Jarmuz mengikuti beliau dan membunuhnya dari belakang di suatu tempat  yang bernama lembah Siba. Lalu pergi ke Imam Ali bin Abu Thalib dengan menduga bahwa dia telah membawa kabar gembira, setelah mengetahui hal tersebut Imam Ali bin Abu Thalib berteriak dan berkata kepada pembantunya,“Berikan kabar kepada pembunuh putra Sofiyyah dengan neraka, sungguh Rasulullah saw pernah bersabda kepada saya bahwa pembunuh Zubair adalah penghuni neraka.” (Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan At-Thobroni). Zubair bin Awwam wafat pada hari Kamis bulan Jumadil Awwal tahun 36 Hijriyyah, sedangkan umurnya saat itu 66/67 tahun.

Luahan Hati Seorang Suami...

Luahan seorang suami di facebook...



Assalamualaikum….
Kehadapan ustaz yg saya hormati…saya tidak tahu..di mana ingin saya mulakan bicara ini… tetapi saya mesti menceritakn kisah ini pada ustaz supaya hati saya tenang dan mungkin dapat meredakan rasa berdosa saya selama ini…ustaz mungkin tidak kenal saya namun saya mengenali ustaz..tak mengapalah kalau ustaz tak kenal saya pun….

Ustaz saya merupakan seorang lelaki yang mempunyai memori kehidupan lampau yg cukup menyedihkan.harap ustaz tidak bosan mendengarnya..Saya merupakan seorang suami kepada seorang isteri yg amat baik dan setia.namun ustaz..,saya tidak pernah menghargai kasih dan sayangnya yang dicurahkan kepada saya kerana pada waktu itu mata hati saya terlalu buta untuk membezakan yang mana kaca dan permata.


Ustaz saya telah berkahwin dengan seorang wanita yang pada asalnya tidak saya cintai.dia seorang yang sederhana pada segi paras rupanya.,seorang yang tidak pandai bergaya.,tetapi kuat pegangan agamanya..,bertudung labuh,bersopan santun..,baik budi bahasanya.,Untuk pengetahuan ustaz perkahwinan kami ini segala-galanya diaturkan oleh keluarga dalam keadaan saya masih belum bersedia.

Ustaz terus terang saya katakan yang saya sudahpun mempunyai teman wanita yg jauh lebih cantik daripada isteri saya dan kami amat menyintai antara satu sama lain..cumanya saya akui teman wanita saya ini agak sosial sedikit dan tidak menutup aurat.Ustaz, selepas berkahwin dengan isteri saya itu jiwa saya menjadi kacau dan keliru.saya amat marah kepada isteri saya.kerana pada anggapan saya kerana dialah saya tidak dapat bersama kekasih saya yg amat saya cintai itu.

Ustaz sepanjang kehidupan kami.,saya selalu sahaja mencari jalan untuk menyakitkan hatinya.dengan harapan kami akan bercerai setelah dia tak tahan dengan kerenah saya.,namun rupanya ustaz…isteri saya ini adalah wanita yang penyabar.pernah saya tidak balik ke rumah..dengan tujuan isteri saya akan membenci saya.tetapi selama mana lambat sekalipun saya balik.,dia akan tunggu saya dan bila saya masuk ke dalam rumah.dia menyambutnya dengan mesra dan bertanya:“Abang dah makan…?Nak saya panaskan lauk dan hidangkan makanan?”

Ustaz…pernah suatu hari saya menampar mukanya.apabila dia bertanya pada saya…”Abang dah solat?...abang tak pernah solat ke?Paannggg..!!satu tamparan kuat saya berikan di pipinya.perasaan geram.,marah., dan rasa terhina bercampur ego yg menggila…Bengkak pipinya.,dia menangis terisak-isak.saya ingatkan mungkin dia akan membenci saya..tetapi rupa-rupanya…..dia bersabar dan melayan saya sebagai suaminya.

Ustaz pernah suatu hari.,dia ingin bermanja dengan saya,membawa sepinggan nasi goreng yang digoreng untuk saya.pada masa itu saya sedang berbual mesra dengan kekasih saya di dalam handphone..ketika dia ingin menyuapkan nasi kemulut saya,saya tolak pinggan sehingga jatuh berkecai bersama nasi goreng yang digoreng khas untuk saya.,dengan linangan air mata dia mengutip setiap butiran nasi goreng yang berhamburan ke lantai…

Ustaz saya bertambah lupa daratan…saya habiskan masa berhibur dan berlibur dengan kawan-kawan di luar dengan harapan isteri saya akan lebih sakit hati dan meninggalkan saya rupanya dia tetap tabah dan bersabar..pernah juga saya menendang badannya kerana dia menasihati saya supaya tidak mencari hiburan dengan jalan yang dimurkai Allah.

Ustaz….pernah suatu ketika apabila keluarganya datang bertanyakan khabar dia kata dia amat bahagia bersama saya…tapi sebenarnya hanya saya yang tahu dia berbohong.

Ustaz suatu hari saya telah diberikan balasan oleh Allah.dan saya kira itu adalah balasan apabila saya terlibat dengan kemalangan…tulang paha saya patah dan dan sememangnya saya tidak berdaya utk bangun.hampir lima bulan saya terbaring tidak berdaya..,ketika itulah isteri saya menjaga saya dengan setia sekali.berak kencing saya dia tadahkan dia basuhkan tanpa ada rungutan atau perasaan genyi mahupun geli.dialah yang memandikan saya…menggosok badan saya dan memakaikan pakaian utk saya..bila saya mengerang sakit kerana kaki yang bengkak di tengah malam berdenyut-denyut sakitnya dialah yang bangun dalam keadaan mengantuk dan terhoyong hayang kerana tidak cukup tidur..dia datang kepada saya dan menyapukan ubat krim dan memberi saya ubat penahan sakit sehingga saya rasa lega dan tertidur..tetapi isteri saya tidak tidur hingga ke pagi..,risau saya mengerang kesakitan lagi.

Ustaz isteri sayalah yang menyuapkan saya makan.,dia sendiri tidak akan makan melainkan setelah saya kenyang.dia akan membuatkan makanan dan minuman mengikut kehendak dan selera saya.Bila saya kenangkan kembali.,sewaktu saya terlantar sakit tiada siapa pun dari teman-teman yang setia berjoli dengan saya dahulu datang menghulurkan bantuan apatah lagi melawat.kekasih saya..lagi lah..apabila dapat tahu saya kemalangan dan tidak boleh bangun dia tidak mahu lagi menghubungi saya malah meminta hubungan kami diputuskan..kononnya saya suami orang..huh..sekarang baru dia kata saya suami orang.dulu.,dialah yang menghasut dan memberikan harapan pada saya untuk membenci isteri saya..ketika itu barulah saya sedar betapa besarnya kesilapan dan dosa yang telah saya lakukan.Ustaz…..saya…kasar..kejam dan zalim kepada isteri yg menyayangi saya.besarnya dosa saya.,amat menyesal rasanya.

Ustaz….ketika saya boleh berjalan sedikit demi sedikit dan saya beransur pulih.,isteri saya jatuh sakit.badannya menjadi kurus kering.,tiada selera makan..,terbaring..tak bermaya..kata doktor yang merawatnya isteri saya jadi begitu kerana terlalu letih dan susah hati….hati saya menjadi sebak kerana saya tahu sayalah puncanya.

Ustaz kesihatan isteri saya makin teruk..mukanya makin pucat…tetapi dia tetap senyum.saya menangis sepuas-puasnya memohon ampun dan maaf di atas kejahatan yg pernah saya lakukan terhadapnya.dia hanya tenang dan menjawab dia telah lama maafkan saya….”Abang saya dah lama maafkan abang…saya sayangkan abang”.berderai airmata saya hancur hati saya.,pilu bercampur sebak yang amat sangat diikuti dengan perasaan menyesal.

Ustaz selepas itu isteri saya di masukkan ke dalam wad kecemasan.,saya menjaganya setiap hari.saya belai rambutnya saya kucup dahinya…sambil airmata ini tidak berhenti—henti mengalir.”Jangan menangis bang….bukan salah abang…..mungkin saya ni yang tidak pandai mengambil hati abang…”Berdentum….seolah-olah hati saya disambar halilintar…saya menangis lagi sehingga keluarga yang datang melawat terpaksa menenangkan saya..malah ada yang memuji saya kerana beranggapan saya suami yang amat menyayangi isteri…ternyata pujian itu bagaikan sumpahan utk saya.

Ustaz…..isteri saya ada berkata.,dia meminta maaf kerana tidak dapat melahirkan zuriat untuk saya kerana masanya utk menghadap ilahi semakin hampir.saya meraung..merayu kepadanya agar tidak meninggalkan saya.tapi katanya.,setiap yang hidup pasti akan mati dan dia meminta saya menjaga diri baik-baik kerana dia tidak boleh lagi menjaga saya.ustaz..saya menangis …sehingga saya menjadi lemah apabila dia mengucapkan kata kata terakhir itu.

Ustaz…tepat jam 3.00 ptg setelah dua minggu berada di hospital…isteri saya telah pergi meninggalkan saya selama-lamanya..dengan bebanan dosa dan jutaan kesalan yang menerjah hati ini saya meraung semahu-mahunya….menyesal di atas kekasaran yg pernah saya lakukan.

Ustaz jiwa saya tak tenteram…apakah Allah akan mengampunkan dosa saya ini...? apakah kekasaran dan kejahatan serta layanan buruk saya kepada isteri akan diampunkan Allah….tolonglah ustaz saya amat menderita…..jiwa saya terseksa…..mungkin ini hukuman yang patut saya terima.Masih terngiang di telinga saya pesanan akhir isteri saya..”abang…jagalah diri baik-baik….jangan lupa tunaikan solat..,berbuat baik..,takutlah kepada Allah….dan jika bertemu dengan insan bernama isteri….jangan berkasar dengannya sayangilah dirinya.”

Ustaz sebelum isteri saya menghembuskan nafas terakhir…dia ada meninggalkan satu nota dan sebuah lagu untuk saya dengar dan hayati.lagu itu adalah harapan yang dia impikan dari saya tetapi tidak sempat dia nikmati..kasih sayang yang terkandung dalam lagu itu dia harapakan dari saya….Di dalam nota itu dia menulis “Abang..dengarlah lagu ini dan ingatlah saya selalu…Dahulu...saya senantiasa menanti abang pulang ke rumah…Saya teringin sangat nak makan bersama abang…..mendengar cerita abang….menyambut abang pulang dari kerja….bergurau dan bermanja dengan abang…..memeluk abang ketika tidur…..tetapi semuanya mungkin tidak sempat bagi saya…jaga diri…sayang abang….selamanya."

Ustaz..saya harap ustaz tak marah saya meluahkan perasaan begini panjang pada ustaz….kerana inilah pesan isteri saya sekiranya saya merasa terlalu sedih…ceritakanlah pada ustaz dia tahulah apa nak buat utk tenangkan abang…Ustaz….saya harap cerita saya ini dijadikan teladan bagi mereka yg bergelar suami….sayangilah isteri anda….selama mana anda berpeluang utk berbuat begitu…janganlah terjerumus dengan kesilapan yg saya lakukan…pasti anda akan menyesal tak sudah….

Terima kasih ustaz….doakan saya…….

Sedih dan sebak bila baca luahan perasaan hamba Allah ini….memang saya banyak beri ceramah motivasi dan mendengar banyak masalah masyarakat yg dihantar pada saya dan inilah yang paling sedih.yg pernah saya baca… tambahan pula lagu yg telah ditujukan isterinya itu bila dengar bertambah sebak…..dengarkanlah senikatanya…….tapi tak boleh upload lagu tu dibawah copyright....tajuknya now and forever by richard mark.

P/s dr saya: kita cuma akan menghargai sesuatu bila kita dah kehilangannya..hargailah ia sementara masih ada, semoga roh isterinya ditempatkan dalam kalangan orang yang beriman, sungguh berbahagia penduduk langit menyambut kehadiran isteri solehah sepertinya..Semoga si suami itu mendapat ketenangan sakinah yang ia cari selepas ini..amiin ya Rabbi.. :)

AMBIL IKTIBAR,SAYANGI ISTERI2 ANDA....

Tahukah Kau Wahai Adam...

: I ♥ الله: I ♥ الله ♥ : I ♥ الله ♥ : I ♥ الله ♥ : I ♥ الله ♥ : I ♥ الله ♥ : I ♥ الله ♥
seorang muslimah yang tak melayan lelaki apabila ditegur janganlah kau kata dia sombong , seorang muslimah yang tiada teman lelaki , janganlah kau kata dia tak laku , seorang muslimah yang tegas dalam memelihara prinsip aurat , janganlah kau kata dia kolot , seorang muslimah yang tak pandang kau tika bersemuka , janganlah kau ingat kau hensem sangat sampai dia takut nak pandang ,.. -_-"

••► Tahukah kau wahai Adam ,
Apa yg ada di sebalik sekeping hati muslimah itu ?

Ketahuilah , dia sedang berjuang memelihara hati engkau supaya tegar meletakkan Allah di atas singgahsana dalam hatimu .

Dia mahukan engkau , menjadi mujahid yang sibuk menegakkan kalimah haq berbanding melayani hawa nafsumu .

Betapa dia sangat takut andai dirinya menjadi punca kelalaian hatimu dalam menunaikan haq Allah .

Betapa dia sangat takut andai dirinya mengkhianati haq Allah dgn mengambil alih singgahsana Allah dalam hatimu .

Damaikanlah ombak di hatimu ,
kerana ianya lumrah ujian . .
Yang menjadi lubuk pahala mujahadah cintaMu padaNya ,
tekadkanlah janji di hati . .
"Telah Kupilih JalanMu . . dan aku sebenar-benar yakin , cinta ini tidak akan pernah dikecewakan"♥♥♥♥♥♥♥♥ I ♥ الله ...
 Menundukkan pandangan bukan berarti harus menundukkan kepala sehingga berjalan tak fokus arah, atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali. Secara bahasa, غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) berarti menahan, mengurangi atau menundukkan pandangan.

Maksudnya adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain, lalu ia tidak mengamat-amati keelokan parasnya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya. Singkatnya, menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala dan Rasul-Nya untuk kita memandangnya.

Dalil Kewajiban Menahan Pandangan
1. Dari al-Qur’an

Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya,

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur [24]: 30-31)

Para ulama tafsir menyebutkan bahwa kata ‘min’ dalam ‘min absharihim’ maknanya adalah sebagian, untuk menegaskan bahwa yang diharamkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala hanyalah pandangan yang dapat dikontrol atau disengaja, sedangkan pandangan tiba-tiba tanpa sengaja dimaafkan. Atau untuk menegaskan bahwa kebanyakan pandangan itu halal, yang diharamkan hanya sedikit saja.

Berbeda dengan perintah memelihara kemaluan yang tidak menggunakan kata min karena semua pintu pemuasan seksual dengan kemaluan adalah haram kecuali yang diizinkan oleh syariat saja (nikah).

Larangan menahan pandangan didahulukan dari menjaga kemaluan karena pandangan yang haram adalah awal dari terjadinya perbuatan zina.

Berkata Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithy—rahimahullah, “Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa yang menjadikan mata itu berdosa karena memandang hal-hal yang dilarang berdasarkan firman Allah Subhaanahu Wata’ala yang artinya,

“Dia mengetahui khianatnya (pandangan) mata dan apa yang disembunyikan oleh hati”. (QS. Ghafir: 19).

Ini menunjukkan ancaman bagi yang menghianati matanya dengan memandang hal-hal yang dilarang.”

Imam al-Bukhary—rahimahullah—berkata, “Makna dari ayat (an-Nuur: 31) adalah memandang hal yang dilarang karena hal itu merupakan pengkhianatan mata dalam memandang.” (Adhwa` al-Bayan 9/190).

2. Dalil dari Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
Dari Jarir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang pandangan tiba-tiba (tanpa sengaja), lalu beliau memerintahkanku untuk memalingkannya.” (HR. Muslim).

Maksudnya, jangan meneruskan pandanganmu, karena pandangan tiba-tiba tanpa sengaja itu dimaafkan, tapi bila diteruskan berarti disengaja.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain. Seorang laki-laki tidak boleh bersatu (bercampur) dengan laki-laki lain dalam satu pakaian (selimut), dan seorang perempuan tidak boleh bercampur dengan perempuan lain dalam satu pakaian (selimut).” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud & Tirmidzi).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada Ali Radhiyallahu Anhu, “Wahai Ali, janganlah kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan) sedangkan yang berikutnya tidak.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud dan dinyatakan hasan oleh al-Albani).

Imam An-Nawawy mengatakan, “Pandangan kepada selain mahram secara tiba-tiba tanpa maksud tertentu pada pandangan pertama maka tak ada dosa. Adapun selain itu, bila ia meneruskan pandangannya maka hal itu sudah terhitung sebagai dosa.”

الْعَيْنَانِ تَزْنِيَانِ، وَزِنَاهُمَا النَّظَرُ

“Dua mata itu berzina, dan zinanya adalah memandang.” (Muttafaq ‘alaih).

Imam Bukhari dalam menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa selain kemaluan, anggota badan lainnya pun dapat berzina.

Akibat Negatif Memandang yang Haram

1 Rusaknya hati
Pandangan yang haram dapat mematikan hati seperti anak panah mematikan seseorang atau minimal melukainya. Segala peristiwa bermula dari pandangan, dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa maka akan ada satu noda hitam di hatinya, jika ia bertaubat dan berlepas dari dosanya maka hatinya akan menjadi bersih, namun jika dosanya bertambah maka noda hitam tersebut akan semakin bertambah hingga menutupi hatinya, itulah noda yang disebutkan oleh Allah Azza Wajalla dalam al-Qur`an (artinya), “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa yang mereka perbuat itu menutupi hati mereka.”
2. Terancam jatuh kepada zina
Ibnul Qayyim—rahimahullah—berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina).

Akses terhadap pornografi yang begitu mudah, hingga kalangan anak-anak sekalipun telah menjadi pemicu meningkatnya pemerkosaan dan seks bebas. Semuanya berawal dari mata yang khianat terhadap larangan-larangan Allah Azza Wajalla.

3. Lupa ilmu

Imam Waki’ bin Jarrah salah seorang guru Imam Syafi’i berkata, “Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.”

Kebiasaan seseorang menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan akan menjadikan hatinya bersih. Kebersihan hati memudahkan masuknya nur atau cahaya petunjuk dari Allah Subhaanahu Wata’ala kedalamnya.

Sebaliknya kebiasaan memandang hal-hal yang diharamkan Allah, seperti aurat orang lain maka akan menjadikan hatinya kotor dengan kemaksiatan dan dosa yang lama-kelamaan semakin menutupi kebersihan hatinya sehingga sulit ditembus oleh nur hidayah-Nya.

4. Turunnya bala’
Amr bin Murrah berkata, “Aku pernah memandang seorang perempuan yang membuatku terpesona, kemudian mataku menjadi buta. Kuharap itu menjadi kafarat penghapus dosaku.”
5. Menambah lalai terhadap Allah Azza Wajalla dan hari akhirat
6. Rendahnya nilai mata yang memandang yang haram dalam pandangan syariat Islam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jika seseorang melongok ke dalam rumahmu tanpa izinmu, lalu kau sambit dengan kerikil hingga buta matanya, tak ada dosa bagimu karenanya.” (Muttafaq ‘alaih).

Manfaat Menahan Pandangan
Di antara manfaat menahan pandangan adalah:

Membebaskan hati dari pedihnya penyesalan, karena barangsiapa yang mengumbar pandangannya maka penyesalannya akan berlangsung lama.
Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh terutama mata dan wajah, begitu pula sebaliknya jika seseorang mengumbar pandangannya.
Terbukanya pintu ilmu dan faktor-faktor untuk menguasainya karena hati yang bercahaya dan penuh konsentrasi.
Mempertajam firasat dan prediksi
Syuja’ Al-Karmani berkata,
“Siapa yang menyuburkan lahiriyahnya dengan mengikuti sunnah, menghiasi batinnya dengan muraqabah, menundukkan pandangannya dari yang haram, menahan dirinya dari syahwat, dan memakan yang halal, maka firasatnya tidak akan salah.”
Menjadi salah satu penyebab datangnya mahabbatullah (kecintaan dari Allah Subhaanahu Wata’ala).
Al-Hasan bin Mujahid berkata,

غَضُّ البَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ يُوْرِثُ حُبَّ اللهِ.

“Menahan pandangan dari apa yang diharamkan Allah akan mewarisi cinta Allah.”

Faktor-faktor Penyebab Mampu Menahan Pandangan
Di antara faktor yang membuat seseorang mampu menahan pandangannya adalah:

Hadirnya pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati.
Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan.
Meyakini semua bahaya mengumbar pandangan.
Meyakini manfaat menahan pandangan.
Melaksanakan pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk segera memalingkan pandangan ketika melihat yang haram.
Memperbanyak puasa.
Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal (pernikahan).
Bergaul dengan orang-orang shaleh dan menjauhkan diri dari persahabatan akrab dengan orang-orang yang rusak akhlaknya.
Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia.

Wallahul Musta’an wailaihi at Tuklan

Dari berbagai sumber (Al Fikrah Edisi17/10 Juli 2007)(wahdah/af